Takengon |suaragayo.id| - KOHATI HMI Cabang Takengon-Bener Meriah sukses membawa angin segar dalam pendidikan anti-perundungan melalui program KOHATI Goes to School. Senin, (7/9/2026)
Berbekal pendekatan interaktif, program ini menghadirkan ruang aman bagi pelajar untuk tidak hanya belajar, tetapi juga berbagi pengalaman dan menyuarakan penolakan terhadap bullying di lingkungan sekolah.
Menyasar sejumlah sekolah di Aceh Tengah, seperti SDN 9 Bebesen, SDN 8 Bebesen, SMPN I Takengon, SMPN 4 Takengon, SMAN I Takengon, MAN I Takengon, dan SMKN 5 Takengon, kegiatan dirancang dengan kemasan dinamis. Mulai dari diskusi dua arah yang membangun pemikiran kritis, permainan edukatif yang mencairkan suasana, hingga simulasi peran (roleplay) yang membuat peserta merasakan langsung dampak psikologis dari bullying.
Puncak acara dimeriahkan oleh Papan Kebaikan wadah kreatif untuk saling menulis pesan penyemangat serta deklarasi anti-bullying dan lagu persahabatan yang menggema sebagai ikrar bersama menciptakan sekolah yang damai.
Kesuksesan program tak lepas dari sinergi erat dengan dewan guru, OSIS, OSIM, dan PIK-R. Kolaborasi ini menjadi fondasi utama dalam menyukseskan setiap sesi. Bahkan, sejumlah siswa tampil sebagai pemeran dalam drama edukasi, menjadikan mereka bukan sekadar pendengar, melainkan agen perubahan di lingkungannya sendiri.
Antusiasme pelajar yang meluap dan apresiasi hangat dari pihak sekolah membuktikan bahwa edukasi anti-bullying dapat disampaikan secara menggugah, tanpa menggurui. Suasana interaktif yang terbangun mampu mencairkan sekat antara pemateri dan siswa, sehingga setiap pendapat dan pengalaman tersalurkan dengan nyaman.
Di balik kesuksesan ini, terdapat kerja keras panitia inti KOHATI, Nurfadillah, Nabila Zahra, Raidani, Dewi Sartika, Esi Ara, dan Futikhatus Sa'diyah, yang menjadi motor penggerak di setiap rangkaian kegiatan.
Menutup seluruh rangkaian, KOHATI menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh sekolah, guru, pelajar, OSIS, OSIM, PIK-R, serta semua pihak yang telah bahu-membahu mewujudkan kegiatan ini.
Harapan besar dipetik agar nilai saling menghargai dan keberanian melawan bullying tidak berhenti di sini, melainkan terus tumbuh subur dan membudaya di setiap sudut sekolah sebagai warisan positif bagi generasi mendatang.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.