Lhokseumawe |suaragayo.id| — Tim Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) Universitas Malikussaleh yang tergabung dalam Gayo Coffee Experience berhasil lolos seleksi KMI Expo XVII Tahun 2026.
Tim yang terdiri dari Hardi Ramalianda, Jihani Athifa, dan Nayla Ardinawati itu akan membawa inovasi wisata edukasi dan agrowisata kopi berbasis pemberdayaan petani Dataran Tinggi Gayo ke ajang kewirausahaan mahasiswa tingkat nasional.
Gayo Coffee Experience mengusung judul “Inovasi Wisata Edukasi dan Agrowisata Kopi Berbasis Pemberdayaan Petani untuk Penguatan Ekonomi Lokal Dataran Tinggi Gayo.” Usaha ini masuk kategori Jasa, Pariwisata, dan Perdagangan serta tercatat sebagai kelompok usaha P2MW yang lolos seleksi KMI Expo XVII 2026.
Tim Gayo Coffee Experience diketuai Hardi Ramalianda, dengan Jihani Athifa sebagai penanggung jawab keuangan dan Nayla Ardinawati sebagai penanggung jawab pemasaran. Ketiganya mengembangkan gagasan yang menggabungkan potensi kopi, pariwisata, edukasi, serta pemberdayaan petani.
Hardi menjelaskan, pemilihan judul tersebut berangkat dari keinginan melihat kopi Gayo tidak hanya sebagai komoditas, tetapi juga sebagai bagian dari pengalaman wisata dan edukasi.
“Kami memilih judul ini karena kami melihat kopi Gayo bukan hanya tentang secangkir kopi. Di baliknya ada petani, perkebunan, budaya, proses panjang, dan potensi wisata yang bisa dikembangkan. Kami ingin wisatawan tidak hanya menikmati kopi, tetapi juga mengetahui bagaimana kopi itu dihasilkan dan siapa yang berada di baliknya,” ujar Hardi.
Gagasan itu kemudian dirangkum dalam slogan “From Farm to Cup, From Farmers to Prosperity.” Konsep ini menggambarkan perjalanan kopi dari perkebunan hingga menjadi sajian, sekaligus membawa misi menciptakan nilai tambah yang dapat dirasakan masyarakat dan petani.
Motivasi tim mengembangkan Gayo Coffee Experience juga didorong oleh keinginan menghadirkan wisata kopi yang lebih partisipatif. Wisatawan diharapkan tidak hanya menjadi konsumen, tetapi juga memperoleh pengalaman dan pengetahuan mengenai proses kopi, kehidupan petani, budaya Gayo, serta potensi ekonomi lokal Dataran Tinggi Gayo.
Dalam perjalanan pengembangan usaha, tim mendapatkan pembinaan melalui program P2MW Universitas Malikussaleh. Koordinator P2MW Universitas Malikussaleh, Teuku Muzaffarsyah, S.I.P., M.A.P., turut mendampingi proses pembinaan dan persiapan tim menuju KMI Expo XVII 2026.
Selain itu, Gayo Coffee Experience mendapat dukungan dari Himpunan Mahasiswa Gayo Lhokseumawe–Aceh Utara (HIMAGA). Dukungan tersebut menjadi bagian dari semangat mahasiswa asal Gayo untuk memperkenalkan potensi daerah, khususnya kopi Gayo, sekaligus mendorong pengembangan ekonomi dan pariwisata berbasis masyarakat.
Setelah dinyatakan lolos seleksi, tim Gayo Coffee Experience dijadwalkan berangkat ke Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), Purwokerto, Jawa Tengah, pada 29 September–1 Oktober 2026 untuk mengikuti rangkaian KMI Expo XVII 2026.
Bagi tim, keikutsertaan dalam KMI Expo bukan hanya tentang mengikuti kompetisi, tetapi juga menjadi ruang untuk memperkenalkan potensi kopi Gayo kepada masyarakat yang lebih luas.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.