Takengon | suaragayo.id | – Pihak manajemen RSUD Datu Beru diduga abai dalam pelayanan pasien. Baru-baru ini, kota Takengon dihebohkan oleh pengakuan anak seorang pasien berinisial T melalui akun Instagram KeberGayo.
Menanggapi hal itu, Ketua DPC GMNI Aceh Tengah terpilih, Helmi Tuah, mengaku kesal atas musibah yang dialami oleh keluarga hingga pasien tersebut akhirnya meninggal dunia (almarhumah).
Helmi Tuah menegaskan, terlepas dari salah atau tidaknya pihak RSUD, persoalan ini harus segera diklarifikasi kepada publik agar tidak menimbulkan multi tafsir di tengah masyarakat Aceh Tengah. "PLT Direktur RSUD jangan mandul. Kasus ini bukan perkara yang bisa dianggap enteng," ucapnya dengan nada kesal. Selasa, (8/9/2026)
Ia juga menyoroti peran Bupati Aceh Tengah, Haili Yoga, selaku pemegang mandat pengelolaan RSUD. Menurut Helmi, bupati harus berada pada posisi netral dan tidak melindungi salah satu instansi. "Hari ini almarhumah sudah kehilangan nyawa. Apakah kita bisa membiarkan hal ini terulang? Tentu tidak," kata Helmi.
Lebih lanjut, Helmi Tuah meminta Aparat Penegak Hukum (APH) untuk melakukan penyidikan. Jika dalam kasus ini memang ditemukan unsur kelalaian, maka proses hukum harus diterapkan. "Tutupnya," tegasnya.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.