Aceh Tengah| suaragayo.id | –Kekecewaan mendalam dirasakan oleh sejumlah pemilik kuda yang berpartisipasi dalam pacuan kuda baru-baru ini. Pihak pelaksana dinilai tidak profesional dan transparan dalam mengelola acara, mulai dari pemotongan hadiah yang tidak masuk akal hingga fasilitas yang sangat buruk.
Kekecewaan pertama muncul saat pembagian hadiah pemenang. Para pemilik kuda terkejut melihat nominal hadiah yang mereka terima berkurang drastis. besaran potongan dinilai sangat tidak wajar dan tanpa rincian yang jelas.
Sewa Kandang "Gelap" Rekening Pribadi
Sengkarut pengelolaan dana juga terjadi pada fasilitas akomodasi kuda. Para pemilik dipungut biaya sewa kandang sebesar Rp300.000. Anehnya, transaksi ini tidak disertai kuitansi atau bukti pembayaran resmi. Pelaksana hanya meminta peserta mentransfer uang tersebut ke rekening pribadi oknum panitia, yang memicu dugaan adanya praktik pungutan liar (pungli).
Tak berhenti di situ, janji manis pelaksana mengenai fasilitas kandang yang lengkap juga terbukti zonk. Panitia sebelumnya menjanjikan pasokan air bersih yang lancar hingga acara selesai. Kenyataannya, air yang menjadi kebutuhan vital bagi kuda-kuda petarung tersebut tidak kunjung mengalir. Para pemilik terpaksa mengusahakan sendiri kebutuhan air di lokasi.
Melihat karut-marut ini, para pemilik kuda secara tegas meminta pemerintah dan pihak terkait untuk segera turun tangan. Mereka mendesak adanya evaluasi total terhadap jajaran pelaksana pacuan kuda agar kejadian serupa tidak terulang di masa depan dan merugikan ekosistem olahraga berkuda.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.