Takengon|suaragayo.id|- Menyusul peristiwa kerusuhan yang terjadi di Banda Aceh, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Takengon-Bener Meriah mengimbau seluruh masyarakat di Aceh Tengah dan Bener Meriah agar tetap menjaga ketenangan serta tidak terpengaruh oleh hasutan yang bisa memecah belah.
Ketua HMI Cabang Takengon-Bener Meriah, Afdhalal Gifari, mengatakan bahwa kejadian di ibu kota provinsi harus kita sikapi dengan kepala dingin dan tidak terbawa emosi. Menurutnya, menjaga situasi keamanan di wilayah dataran tinggi Gayo adalah hal yang paling utama, agar pembangunan dan kesejahteraan masyarakat tetap berjalan dengan baik.(15/8)
HMI menilai, dalam situasi seperti ini kita sangat membutuhkan cooling system atau upaya mendinginkan suasana. Karena itu, masyarakat diminta lebih berhati-hati dalam menerima informasi, terutama yang beredar di media sosial. Setiap berita yang belum jelas kebenarannya harus dicek ulang, supaya tidak menimbulkan salah paham atau perpecahan di antara sesama anak bangsa.
"Kami mengajak semua elemen masyarakat, terutama generasi muda dan mahasiswa di Aceh Tengah, untuk tetap berpikir rasional. Jangan mudah terprovokasi oleh isu-isu yang bisa merusak persatuan kita di Aceh," ujar Afdhalal Gifari.
HMI juga menyerahkan sepenuhnya proses penegakan hukum dan penyelesaian konflik kepada aparat kepolisian dan instansi terkait. HMI meyakini bahwa pihak berwenang akan bertindak secara adil, transparan, dan sesuai dengan hukum yang berlaku di Indonesia.
Sebagai penutup, HMI Cabang Takengon-Bener Meriah berkomitmen untuk terus mengambil peran aktif dalam menjaga kerukunan, menjadi pengawas sosial yang membangun, serta terus berkontribusi demi terciptanya kehidupan yang harmonis di tanah Gayo dan seluruh Aceh.
nayla salsabila
sepakat
Reply
admin (admin)
Yakin usaha sampai
Reply