Pendidikan

Tangisan Fathimah r.a. Melihat Pengorbanan Rasulullah Demi Agama

Tangisan Fathimah r.a. Melihat Pengorbanan Rasulullah Demi Agama
Dok : Tengku Ridwan Bintang, SH. Anggota MPU Aceh Tengah

mengajarkan bahwa cinta kepada agama bukan hanya terletak pada perkataan, tetapi dibuktikan dengan pengorbanan, kesungguhan, dan kepedulian.

Takengon |suaragayo.id| - Ada sebuah kisah yang menggugah jiwa, tentang air mata seorang putri yang begitu mencintai ayahnya. Bukan tangisan karena kehilangan dunia, tetapi tangisan seorang anak ketika melihat tubuh mulia sang ayah telah banyak berkorban demi menyampaikan risalah Allah.

Dialah Fathimah az-Zahra radhiyallahu ‘anha, putri Rasulullah  Hatinya tersentuh ketika menyaksikan keadaan ayahnya yang kembali dari perjalanan dalam keadaan tubuh yang tampak lelah, kulit yang berubah, dan pakaian yang tidak lagi seperti sebelumnya. Semua itu adalah jejak perjuangan dalam mengemban amanah dakwah.

Diriwayatkan oleh ath-Thabarani, Abu Nu‘aim dalam Al-Hilyah, dan al-Hakim dari Abu Tsa‘labah al-Khusyani radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah  memiliki kebiasaan ketika kembali dari suatu perjalanan. Beliau terlebih dahulu mendatangi masjid untuk melaksanakan shalat dua rakaat, kemudian mengunjungi putri beliau Fathimah radhiyallahu ‘anha dan para istri beliau.

Namun pada suatu kesempatan, Rasulullah  singgah terlebih dahulu di rumah Fathimah radhiyallahu ‘anha. Ketika Fathimah menyambut kedatangan ayahnya dan mencium wajah beliau, tiba-tiba air matanya jatuh.

Rasulullah  pun bertanya dengan penuh kelembutan:

“Wahai Fathimah, apa yang membuatmu menangis?”

Fathimah menjawab:

“Wahai Rasulullah, aku melihat perubahan pada dirimu. Kulitmu tampak berubah dan pakaianmu terlihat kusam.”

Mendengar hal itu, Rasulullah  menenangkan putrinya dengan sabda yang penuh keyakinan:

“Wahai Fathimah, janganlah engkau menangis. Sesungguhnya Allah mengutus ayahmu dengan suatu tugas yang tidak akan meninggalkan satu rumah pun di muka bumi ini, baik di kota maupun di desa, kecuali Allah akan memasukkan kepadanya kemuliaan atau kehinaan, sehingga agama ini tersebar sejauh yang dapat dicapai oleh malam.”

Begitulah keadaan manusia pilihan Allah . Beliau bukan hanya menyampaikan agama dengan lisan, tetapi membuktikannya dengan seluruh pengorbanan hidup. Tubuh beliau merasakan lelah, wajah beliau mengalami perubahan, dan pakaian beliau menjadi sederhana karena besarnya amanah yang dipikul.

Jika Rasulullah  yang paling mulia di sisi Allah telah memberikan seluruh tenaga, waktu, dan kehidupannya untuk agama, bagaimana dengan kita yang sering kali masih merasa berat untuk berbuat sedikit demi sedikit dalam memperjuangkan nilai-nilai agama?

Kisah ini mengajarkan bahwa cinta kepada agama bukan hanya terletak pada perkataan, tetapi dibuktikan dengan pengorbanan, kesungguhan, dan kepedulian.

Penulis : Tengku Ridwan Bintang, SH. (Anggota Majelis Permusyawaratan Ulama) Aceh Tengah
 

 

Categories: Pendidikan Tags: —

Bag

0 Comments

  • Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Leave a comment

Newsletter Subscribe

Dapatkan berita terbaru langsung ke email Anda.