Suaragayo.id |Sebuah excavator yang di berikan Mendagri di peruntukan untuk mengerjakan pembersihan jalan, normalisasi sungai dan pembuatan paret persawahan pulang tanpa ada kejelasan kepada masyarakat Kute reje, kecamatan Linge. 26/09/2026
Masyarakat Kute reje pertanyakan pengerjaan excavator yang di berikan Mendagri yang dijadwalkan selama tiga puluh hari namun hanya berkerja selama delapan hari saja.
Selain itu, masyarakat Kute reje sesalkan pengerjaan yang di anggap asal asalan dan seala kadarnya tidak sesuai dengan penargetan awal perencanaan.
Mahmudin salah satu warga mengaku tidak terima pengerjaan untuk pembuatan paret materialnya hanya di titik pusatkan di persawahan milik nya.
"Saya sangat kecewa sekali,pengerjaan yang seharusnya buat paret sawah malah materialnya di pusatkan di persawahan saya,asal asalan sekali". Ungkap mahmudin
Berdasarkan keterangan warga keberangkatan satu unit alat berat tersebut tidak diketahui oleh kepala desa di dua tempat tersebut.
"Mereka pergi begitu saja,tanpa ada pamitan atau minta ijin ke kepala desa,kami perlu tau alasannya apa,pengerjaan pun belum sepenuhnya selesai,tiba tiba mereka pergi begitu saja." ungkap Arman
Kini masyarakat menunggu kejelasan dari pekerja yang di jadwalkan selama kurang lebih sebulan tersebut dan masyarakat berharap yang terjadwalkan agar segera di selsaikan sesuai dengan jadwal yang telah ada.
Sampai berita ini diturunkan,suaragayo.id masih menunggu konfirmasi lebih lanjut dari pekerja pembersihan di desa Kute reje.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.